Jumat, 19 Juni 2015

ILMU BUDAYA DASAR : TUGAS III

Frida Riskianti / 14114389 / 1KA23

1. Kompetensi apa yang ingin dicapai setelah anda belajar IBD ?

   Kompetensi dasar yang ingin dicapai melalui sudut pandang saya sebagai seorang mahasiswa adalah agar setiap mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa selanjutnya dapat berpikir secara kritis,kreatif dan sistematik serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan,empati social,dan dapat berperan mencari solusi yang bijaksana jika dalam lingkunaganya sedang terjadi masalah social.

2. Apa pendapat kalian tentang perbedaan suku-suku yang ada di indonesia  dapat bersatu menjadi satu kesatuan yang disebut bhineka tungga ika yang menjadi dasar nega indonesia ?

   Secara harfiah " Bhinneka Tunggal Ika " memiliki arti Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Menurut saya semboyan itu merupakan dasar untuk mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam seluruh masayarakat Indonesia,dimana walaupun banyak perbedaan antar sesamanya namun dapat saling menghargai dan saling menolong antar masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat,warna kulit,dll. Selain itu dengan adanya semboyan ini dapat mempererat dan memperkuat talipersaudaraan antar seluruh rakyat Indonesia.

3. Manakah yang benar , kebudayaan adalah produk manusia atau manusia adalah produk kebudayaan ? ( Jelaskan !)

   Kebudayaan adalah produk manusia karena manusia sendiri adalah pencipta kebudayaan. Pada awal terjadinya kebudayaan manusia menciptakannya secara sadar maupun tidak sadar melalui aktivitas yang manusia lakukan secara rutin. Dari kebiasaan yang cenderung terus meneruslah sehingga tercipta suatu kebudayaan.

Sedikit penjelasan:
   Budaya tercipta dan terwujud merupakan hasil dari interaksi antar manusia dengan alam raya ini. Manusia diciptakan Tuhan dengan dibekali akal sehingga mampu berkaya. Selain itu manusia juga memiliki intelegensia,intuisi,perasaan,emosi,kemauan,fantasi dan perilaku. Dengan kemampuannya itu manusia mampu menciptakan sebuah kebudayaan yang akan terus ada secara turun menurun.
   Kebudayaan juga mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia,hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam hidup manusia. Sehingga,kebudayaan memiliki peran sebagai berikut :
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan dan kemampuan.
3. Sebagai pembimbing kehidupan manusia.
4. Pembeda manusia dan binatang.
5. Petunjuk bagaimana manusia berperilaku dan bertindak dalam pergaulan.
6. Pengatur agar manusia mengerti bagaimana ia bertindak,berbuat dan menentukan sikap dengan orang lain.
7. Sebagai modal dasar pembangunan.


Minggu, 12 April 2015

ILMU BUDAYA DASAR

Frida Riskianti / 14114389 / 1KA23 / Ilmu Budaya Dasar

SUKU PESISIR 

Suku Pesisir (Bahasa Minangkabau : Ughang Pasisia) adalah sebuah kelompok masyarakat yang tersebar di pesisir barat Sumatera Utara. Suku Pesisir merupakan penduduk Minangkabau yang bermigrasi ke Tapanuli sejak abad ke-14 dan telah bercampur dengan Suku Melayu, Mandailing, dan Batak Toba. Suku Pesisir terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Sibolga, dan Medan.

Sejarah terbentuknya kelompok suku ini tidak jauh berbeda dengan sejarah terbentuknya masyarakat Suku Aneuk Jamee di pantai barat Aceh, masyarakat Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya, yang merupakan diaspora dari para perantau Minangkabau sejak berabad-abad yang lalu.

Pada abad ke-14, banyak masyarakat Minangkabau yang melakukan migrasi ke Tapanuli Tengah. Tujuan mereka ialah untuk menjadikan Barus sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Pagaruyung, bersama Tiku dan Pariaman, yang menjadi tempat keluar masuknya perdagangan di Pulau Sumatera.Kedatangan mereka ke Barus menyebabkan tersingkirnya para pedagang Tamil yang sudah berdagang di kota itu sejak ratusan tahun sebelumnya.
Gelombang berikutnya ialah rombongan yang dipimpin oleh Sultan Ibrahimsyah yang berasal dari Pesisir Selatan. Rombongan ini kemudian mendirikan Kesultanan Barus yang menjadi salah satu vassal Kerajaan Pagaruyung. Kedatangan orang Minang berlanjut setelah dibentuknya residentie Tapanuli yang beribu kota di Sibolga. Pemerintah Hindia-Belanda banyak mempekerjakan mereka untuk mengisi jabatan guru dan di pemerintahan. Sejak pertengahan abad ke-19, masyarakat dari pedalaman Toba dan Mandailing mulai banyak bermukim di Barus, Sorkam, dan Sibolga. Mereka berasimilasi dengan masyarakat Minangkabau dan membentuk kelompok masyarakat Pesisir. Pada sensus penduduk tahun 2000, masyarakat Pesisir diklasifikasikan sebagai etnis tersendiri. Di tahun 2008, sebagian besar kelompok masyarakat Pesisir menolak bergabung dengan etnis Batak Toba untuk mendirikan Provinsi Tapanuli.

Sebagai wilayah rantau Minangkabau, kebudayaan Pesisir banyak dipengaruhi oleh budaya Minangkabau. Namun sebagai kelompok masyarakat yang heterogen, Suku Pesisir juga banyak menyerap kebudayaan-kebudayaan lain, seperti budaya Melayu, Mandailing, Aceh, Bugis, India, dan Arab. Adat dan budaya Suku Pesisir yang serupa dengan budaya Minangkabau ialah dalam menyambut para tamu, dimana masyarakat Pesisir juga menggunakan Tari Pasambahan. Meski tidak lagi menganut sistem matrilineal, namun Suku Pesisir juga memiliki kepala kaum yang dipanggil mamak. Untuk pemanggilan kepada saudara orang tua, Suku Pesisir juga menggunakan istilah mak tuo, mak angah, dan mak etek. Sedangkan untuk pemanggilan kepada saudara kandung, juga dikenal istilah uniang, cik uniang, cik angah, dan ajo.
Seni pertunjukan Suku Pesisir antara lain Kesenian Sikambang, Tari Senyum Minang Manis, Randai, dan Tari Piring. Dalam adat pernikahan, orang Pesisir biasa melakukan prosesi malam bainai dan manjapuik yang juga banyak dijumpai di rantau Minangkabau lainnya.Untuk seorang bangsawan pada masyarakat Pesisir, masih diberikan gelar Sutan dan Marah di belakang namanya.

Disamping tetap mempertahankan beberapa aspek budaya Minangkabau, seperti bahasa, seni, dan lainnya, Suku Pesisir juga mengadopsi beberapa aspek budaya Batak, di antaranya pemakaian nama marga di belakang nama utama. Umumnya Suku Pesisir memakai nama marga Tanjung di belakang nama utamanya. Beberapa tokoh ternama dari Suku Pesisir, di antaranya Akbar Tanjung, Faisal Tanjung, Chairul Tanjung, dan lainnya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Pesisir 

Minggu, 15 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR

FRIDA RISKIANTI / 14114389 / 1KA23



RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR


Dua masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok ialah :

1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

         Dari kedua masalah pokok yang dapat dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar.

 Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
 Manusia dengan cinta kasih
 Manusia dan keindahan
 Manusia dan penderitaan
 Manusia dan keadilan
 Manusia dan pandangan hidup
 Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
 Manusia dan kegelisahan
 Manusia dan harapan

            Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.

sumber : http://edelweistyasayu.blogspot.com/2012/11/pengertian-ilmu-budaya-dasar-dan.html