Minggu, 26 Oktober 2014

Kewajiban Seorang Muslimah

Assalamu'alaikum Wr Wb
Puji syukur kepada Allah SWT atas kesempatan waktu yang telah Allah SWT berikan dan karena Nya saya dapat menulis sebuah tulisan kecil yang mungkin tak ada tandingan daripada kuasaNya.

Teman teman sekalian, mungkin sekarang banyak sekali perbincangan masyarakat tentang fashion mode hijab yang sedang booming, sebelumnya saya senang sekali melihat banyak perubahan di dalam diri masyarakat untuk lebih menutup aurat nya yang sudah menjadi kewajiban dan Allah SWT.

Sebelumnya disini saya akan memberitahu tentang perbedaan dari Hijab, Jilbab, Khimar, dan Kerudung :

Hijab :
setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak. Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu.

Jilbab :
Jilbab ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tertuang dlm perintah Allah dalam AlQuran surat Al-Ahzab ayat 59 "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...". Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh." Kecuali Wajah dan telapak tangan. Adapun #jilbab dalam surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.

Khimar :
Khimar menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka). Khimar ini tidak Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi. Khimar seringkali disebut kerudung, tapi sebenarnya berbeda. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Khimar adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka.

Kedurung / Kudung :
Kerudung hampir mirip dengan Khimar , namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam, karena desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus. Kerudung hanya menutup kepala atau leher saja, akan tetapi bentuk lekuk tubuh pada bagian leher dan dada masih terlihat.

Tidak menutup kemungkinan, banyak sekali masyarakat yang menganggap trend fashion hijab yang sedang booming ini hanya sekedar musiman ataupun menjadi 'kedok' semata. Apalagi dengan adanya istilah 'jilboobs'. Jadi banyak sekali yang memandang sebelah mata dengan wanita yang sudah berusaha untuk menutup auratnya.

Banyak sekali yang berkata kepada saya kalau wanita yang menutup auratnya seperti itu mendingan di buka saja hijabnya karena seperti orang yang tidak niat, hanya ikut ikutan saja, yang ada tambah bikin dosa, mendingan wanita yang tidak berhijab ketauan sikap buruknya daripada wanita berhijab tetapi kelakuannya seperti wanita tidak berhijab.

Dalam hati kecil saya setiap mendengar pernyataan itu sangat sedih, pertanyaan di hati saya "apakah sejelek itu wanita hijab di mata kalian ?". Saya selalu menjelaskan kalau tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna bukan ? karena kesempurnaan ini sungguhlah milih Allah SWT.
Bicara soal hijab, Allah telah meWAJIBkan untuk seorang muslimah untuk menutup aurat. Sama seperti solat fardhu, menutup aurat juga sebagai kewajiban seluruh muslimah.

Banyak sekali muslimah diluar sana yang mengatakan :
"saya belum siap untuk berhijab"
it's ok girl, itu kembali kepada diri masing-masing, tapi apakah kalian berfikir bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak ada yang pernah tau bahwa kapan umur kita selesai ? kapan Allah akan memanggil kita untuk menghadapNya ? Kalian harus siap untuk berhijab, lebih baik kalian terlambat daripada tidak sama sekali.

"perilaku saya belum pantas untuk saya berhijab"
perilaku ? Akhlak ? seorang wanita yang mampu menutup auratnya bukan berarti akhlak nya baik. hijab merupakan penghalang, merupakan batasan, anggap saja sebagai plang. saat saya memutuskan untuk memakai khimar pertama kali, saya juga merasa kalau perilaku saya belum pantas untuk memakainya, tetapi saya yakin dengan berjalannya waktu akhlak kita bisa di sesuaikan dengan khimar yang kita pakai, kita jadi lebih berfikir tentang batasan batasan apa yang seharusnya tidak kita lakukan. saat ke khilaf an itu mulai datang diri kita akan menyalakan 'alarm' untuk kita sadar dan ingat batasan seorang muslimah untuk berbuat sesuatu.

"wanita berhijab sering di nomor dua kan"
pernahkah kalian berfikir kalau wanita yang menutup auratnya lebih mulia dibandingkan wanita yang tidak menutup aurat ? dunia yang fana ini sering sekali meragukan kinerja wanita apalagi wanita yang berhijab. banyak sekali cerita muslimah yang berkata bahwa "kalau kita memakai khimar kita di bedakan, ataupun saat mendapatkan pekerjaan kita diberi pilihan untuk membuka khimar, ataupun tidak diperbolehkan untuk memakainya karna alasan profesionalitas ataupun aturan yang ada". Entahlah saya harus berkata apa, tapi saya sangat yakin dibalik semua itu saat kita tetap teguh untuk memakai hijab kita dan harus kehilangan kesempatan yang ada. Percayalah, semua pasti ada balasannya yang lebih baik daripada itu, Allah selalu mempunyai rencana yang sangat menakjubkan yang tidak diketahui oleh umatNya.
sebagai contoh, seorang wanita yang ingin melanjutkan studi S2 nya dan beliau mendapatkan beasiswa ke perancis, tetapi dengan syarat dia harus membuka khimarnya karena di Perancis tidak boleh ada yang memakai khimar, beliau pun tetap teguh dan tidak ingin melepai khimarnya begitu saja tetapi melepas beasiswanya ke Perancis. Beberapa bulan kemudian ia mendapat kabar bahwa ia mendapatkan beasiswa ke New York dan tetap memakai khimarnya. Subhanallah sungguh mulia kuasaNya.

Jangan pernah ragu untuk menutup aurat kita sebagai seorang muslimah.
Kita juga bisa lebih mengontrol emosi kita dengan saat menggunakan hijab.
Semuanya butuh proses untuk menjadi lebih baik tidak ada yang instan bukan ?
Dan kita harus menghargai proses dalam memperbaiki diri

Sampai disini tulisan saya semoga bermanfaat untuk pembaca, saya memohon maaf apabila di dalam tulisan saya mempunyai kesalahan yang tidak di sengaja, Terimakasih juga untuk para pembaca yang sudah meluangkan waktunya, kritik dan saran juga sangat saya butuhkan untuk penulisan saya berikutnya.

            Wassalamu'alaikum Wr Wb

Sabtu, 25 Oktober 2014

ISD : PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

Nama : Frida Riskianti
Kelas : 1KA23
NPM : 14114389

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

1. Pengertian Penduduk


Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap. 
Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh tiga komponen yaitu: fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
• Orang yang tinggal di daerah tersebut
• Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan potensi.

2. Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemasahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat perada77 ban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersanma.

3. Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Studi Kasus

Hubungan Antara Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan 
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut. 
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Masyarakat zaman dahulupun meninggalkan hasil kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari peralatan, bahasa, lagu, bangunan – bangunan, hingga berbagai macam upacara adat. 
Kebudayaan sendiri berkembang melalui beberapa periode. Mulai dari zaman prasejarah, zaman purba, zaman madya hingga zaman baru.
Hasil kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda – benda tua yang terbuat dari batu – batu alam dan tulang – tulang binatang. Alat – alat tersebut mereka ciptakan untuk berburu binatang. 
Pada zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut. Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai mengenal tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya. Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang berkembang pada zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan hanya dari segi kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga kepada adat istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak sekali karya seni berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang bercorak hindu maupun budha yng di bangun pada zaman ini.
Zaman madya ditandai dengan masuknya agama Islam. Agama Islam menyebar dengan cepatnya menyebar di Indonesia. Agama Islam juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia. Islam memberikan sentuhan baru bagi perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di Indonesia.
Zaman baru di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke Indonesia. Hingga saat ini zaman baru masih berlangsung. Proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus berlangsung. Zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. Mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain – lain. Kebudayaan yang berasal dari luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur dengan kebudayaan asli Indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang baru. 
Kebudayaan sendiri sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu tinggal dan berkomunikasi dengan sesamanya. Dengan demikian setiap Negara memiliki kebudayaan yang berbeda. 
Kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk berkembang selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan hidupnya.



Opini 
hubangan penduduk, masyarakat dan kebudayaan sangat erat kaitannya, penduduk adalah orang yang tinggal di suatu tempat, masyarakat adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat berinteraksi satu sama lain,dari interaksi itu timbullah suatu kebiasaaan adat istiadat yang sama, bahasa yang sama sehingga membentuk kebudayaan. Baduy adalah contoh dari kebudayaan sunda yang ada di jawa barat. Masyarakatnya disebut suku baduy, tinggal di pendalaman banten.


Sumber : http://keripiku.blogspot.com/2010/10/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan.html